A.Merkantilisme,
Renaissance, Reformasi Gereja, Revolusi Industri dan pengaruhnya bagi kehidupan bangsa
Indonesia dan bangsa lain di dunia
pada masa itu dan masa kini.
1.Merkantilisme
Merkantilisme merupakan teori
ekonomi yang menyatakan bahwa kesejahteraan sebuah negara hanya ditentukan oleh
banyaknya aset atau modal yang disimpan oleh negara yang bersangkutan, dan
bahwa besarnya volume perdagangan global sangat penting. Teori ini mengajarkan
bahwa pemerintahan suatu negara harus mencapai kesejahteraan dengan melakukan perlindungan
terhadap perekonomiannya. Dengan mendorong ekspor dan mengurangi impor. Ajaran
Merkantilisme ini dominan diajarkan di seluruh sekolah abad ke-16 sampai ke-18.
Merkantilisme ini kemudian
mendorong pemerintah untuk menguasai daerah lain yang akan dimanfaatkan sebagai
daerah monopoli perdagangannya. Politik merkantilisme melahirkan terbentuknya
persekutuan dagang masyarakat Eropa, seperti EIC di India dan VOC di Indonesia.
Berkat merkantilisme, Inggris bangkit sejalan dengan era penjelajahan samudera
untuk mencari daerah-daerah baru yang akan dijadikan daerah koloni. Begitu juga
dengan masyarakat Eropa lain seperti Belanda, Perancis dan Spanyol. Oleh karena
itu, dalam perkembangannya politik ekonomi merkantilisme telah menimbulkan
perebutan daerah koloni antar negara Eropa.
Sistem ekonomi Merkantilisme
mulai menghilang pada akhir abad ke 18, seiring munculnya teori ekonomi baru
oleh Adam Smith, yang kemudian diadopsi oleh Inggris.
Beberapa dampak
Merkantilisme bagi Indonesia
a.Kedatangan
Belanda ke Nusantara, yaitu dengan Pembentukan voc di batavia untuk menghindari
persaingan tidak sehat antar pedagang eropa. Selain itu VOC memiliki kekuatan
monopoli dengan kerajaan-kerajaan di nusantara. VOC berhak ikut campur dalam
urusan intern kerajaan.
b.Pemberlakuan
Sistem Sewa tanah oleh Raffles.Pendapatan negara pada masa pemerintahan Raffles
didapat dari pajak sewa tanah. Raffles berpandangan bahwa tanah merupakan milik
negara. Rakyat hanya memiliki hak untuk mengolahnya. Rakyat dibebaskan untuk
menanam apapun, asal pajak berjalan lancar. Akan tetapi sistem tersebut gagal diterapkan
setelah bertahun-tahun lamanya. Rakyat yang diberi kebebasan untuk menanam,
justru terjebak pada kebiasaan lama. Mereka menjual hasil panen kepada bupati,
bukan kepada pasar. Akhirnya sistem sewa tanah ini tidak berhasil, karena hanya
menguntungkan para tengkulak.
c.Stratifikasi
Sosial
Adapun stratifikasi sosial yang ditetapkan
pemerintah belanda:
·Golongan
1: Orang Belanda dan Orang Asing kulit putih
·Golongan
2: Orang timur Asing
·Golongan
3: Orang Pribumi
Pembedaan kelas sosial tersebut diikuti dengan
pembedaan hak dan kewajiban. Hal ini bertujuan untuk menjaga prestise
pemerintah kolonial dengan menciptakan superioritas orang kulit putih dan
inferioritas orang pribumi.
2.Renaissance
Middle Age merupakan zaman dimana Eropa sedang
mengalami masa suram. Berbagai kreativitas sangat diatur oleh gereja. Dominasai
gereja sangat kuat dalam berbagai aspek kehidupan. Agama Kristen sangat
mempengaruhi berbagai kebijakan yang dibuat oleh pemerintah. Seolah raja tidak
mempunyai kekuasaan, justru malah gereja lah yang mengatur pemerintahan.
Berbagai hal diberlakukan demi kepentingan gereja, tetapi hal-hal yang
merugikan gereka akan mendapat balasan yang sangat kejam. Contohnya, pembunuhan
Copernicus mengenai teori tata surya yang menyebutkan bahwa matahari pusat dari
tata surya, tetapi hal ini bertolak belakang dari gereja sehingga Copernicus
dibunuhnya.
Pemikiran manusia pada Abad Pertengahan ini mendapat
doktrinasi dari gereja. Hidup seseorang selalu dikaitkan dengan tujuan akhir
(ekstologi). Kehidupan manusia pada hakekatnya sudah ditentukan oleh Tuhan.
Maka tujuan hidup manusia adalah mencari keselamatan. Pemikiran tentang ilmu
pengetahuan banyak diarahkan kepada theology. Pemikiran filsafat berkembang
sehingga lahir filsafat scholastikyaitu suatu pemikiran filsafat yang
dilandasi pada agama dan untuk alat pembenaran agama. Oleh karena itu
disebut Dark Age atau Zaman Kegelapan.
Dengan adanya berbagai pembatasan yang dilakukan pihak
pemerintah atas saran dari gereja maka timbulah sebuah gerakan kultural, pada
awalnya merupakan pembaharuan di bidang kejiwaan, kemasyarakatan, dan
kegerejaan di Italia pada pertengahan abad XIV. Sebelum gereja mempunyai peran
penting dalam pemerintahan, golongan ksatria hidup dalam kemewahan, kemegahan,
keperkasaan dan kemasyuran. Namun, ketika dominasi gereja mulai berpengaruh
maka hal seperti itu tidak mereka peroleh sehingga timbullah semangat
renaissance.
Menurut Ernst Gombrich munculnya renaissance sebagai
suatu gerak kembali di dalam seni, artinya bahwa renaissance tidak dipengaruhi
oleh ide-ide baru. Misalnya, gerakan Pra-Raphaelite atau Fauvist merupakan
gerakan kesederhanaan primitif setelah kekayaan gaya Gotik Internasional yang
penuh hiasan.
Menurut Prancis Michel De Certeau renaissance muncul
karena bubarnya jaringan-jaringan sosial lama dan pertumbuhan elite baru yang
terspesialisasi sehingga gereja berusaha untuk kembali mendesak kendali dan
manyatukan kembali masyarakat lewat pemakaian berbagai teknik visual-dengan
cara-cara mengadakan pameran untuk mengilhami kepercayaan, khotbah-khotbah
bertarget dengan menggunakan citra-citra dan teladan-teladan dan sebagainya
yang diambil dari pemikiran budaya klasik sehingga dapat mempersatukan kembali
gereja yang terpecah-belah akibat skisma (perang agama).
Renaissance muncul dari timbulnya kota-kota dagang yang
makmur akibat perdagangan mengubah perasaan pesimistis (zaman Abad
Pertengahan) menjadi optimistis. Hal ini juga menyebabkan dihapuskannya
system stratifikasi sosial masyarakat agraris yang feodalistik. Maka kebebasan
untuk melepaskan diri dari ikatan feodal menjadi masyarakat yang bebas.
Termasuk kebebasan untuk melepaskan diri dari ikatan agama sehingga menemukan
dirinya sendiri dan menjadi focus kemajuan. Antroposentrisme menjadi
pandangan hidup dengan humanisme menjadi pegangan sehari-hari. Selain
itu adanya dukungan dari keluarga saudagar kaya semakin menggelorakan
semangat Renaissance sehingga menyebar ke seluruh Italia dan Eropa.
Renaissance merupakan titik awal dari sebuah peradaban
modern di Eropa. Essensi dari semangat Renaissance salah satunya adalah
pandangan manusia bukan hanya memikirkan nasib di akhirat seperti semangat Abad
Tengah, tetapi mereka harus memikirkan hidupnya di dunia ini. Renaissance menjadikan
manusia lahir ke dunia untuk mengolah, menyempurnakan dan menikmati dunia ini
baru setelah itu menengadah ke surga. Nasib manusia di tangan manusia,
penderitaan, kesengsaraan dan kenistaan di dunia bukanlah takdir Allah
melainkan suatu keadaan yang dapat diperbaiki dan diatasi oleh kekuatan manusia
dengan akal budi, otonomi dan bakat-baktnya. Manusia bukan budak melainkan
majikan atas dirinya. Inilah semangat humanis, semangat manusia baru yang oleh
Cicero dikatakan dapat dipelajari melalui bidang sastra, filsafat, retorika,
sejarah dan hukum.
Dengan semakin kuatnya Renaissance sekularisasi
berjalan makin kuat. Hal ini menyebabkan agama semakin diremehkan bahkan kadang
digunakan untuk kepentingan sekulerisasi itu sendiri. Semboyan
mereka “religion was not highest expression of human values”. Bahkan
salah seorang yang dilukiskan sebagai manusia ideal renaissance Leon Batista
Alberti (1404-1472), secara tegas berani mengatakan “Man can do all things if
they will”. Renaissance mengajarkan kepada manusia untuk memanfaatkan kemampuan
dan pengetahuannya bagi pelayanan kepada sesama. Manusia hendaknya menjalani
kehidupan secara aktif memikirkan kepentingan umum bukan hidup bersenang-senang
dalam belenggu moral dan ilmu pengetahuan di menara gading. Manusia harus
berperan aktif dalam kehidupan, bukan sifat pasif seraya pasrah pada takdir.
Namun, manusia menjadi pusat segala hal dalam kehidupan atau Antoposentrisme.
Manusia renaissance harus berani memuji dirinya
sendiri, mengutamakan kemampuannya dalam berfikir dan bertindak secara
bertanggung jawab, menghasilkan karya seni dan mengarahkan nasibnya kepada
sesama.Keinginan manusia untuk menonjolkan diri baik dari keindahan jasmani
maupun kemampuan intelektual-intelektualnya. Keinginannya itu dituangkan dalam
berbagai karya seni sastra, seni lukis, seni pahat, seni music dan lain-lain.
Ekspresi daya kemampuan manusia terus berkembang sampai saat ini sehingga di
zaman modern ini pun tidak ada lagi segi kehidupan manusia yang tidak
ditonjolka
Zaman ini muncul seniman dan karya-karya yang lainnya
misalnya leonardo da vinci dengan lukisannya yang termashur
a.Niccolo Machiavelli(1469-1527)
Filosof politik Italia, Niccolo Machiavelli lahir tahun
1469 di Florence, Italia. Ayahnya, seorang ahli hukum. Pada usia 29 tahun
Machiavelli memperoleh kedudukan tinggi di pemerintahan sipil Florence. Selama
empat belas tahun sesudah itu dia mengabdi kepada Republik Florentine dan
terlibat dalam berbagai missi diplomatik atas namanya, melakukan perjalanan ke
Perancis, Jerman, dan di dalam negeri Italia. Hasil karyanya yang paling
masyhur adalah The Prince, (Sang Pangeran) ditulis tahun 1513, dan The
Discourses upon the First Ten Books of Titus Livius (Pembicaraan terhadap
sepuluh buku pertama Titus Livius). Diantara karya-karya lainnya adalah The art
of war (seni berperang), A History of Florence (sejarah Florence) dan La
Mandragola (suatu drama yang bagus, kadang-kadang masih dipanggungkan orang).
Tetapi, karya pokoknya yang terkenal adalah The Prince (Sang Pangeran), mungkin
yang paling brilian yang pernah ditulisnya dan memang paling mudah dibaca dari
semua tulisan filosofis. Machiavelli kawin dan punya enam anak. Dia meninggal
dunia tahun 1527 pada umur lima puluh delapan.
Dampak Renaissance
Renaissance telah memberikan dampak yang nyata dalam bidang Politik, Ekonomi,
Sosial, dan Budaya terutama bagi Eropa, diantaranya:
a.Kondisi
politik
Raja yang secara teoritis merupakan pusat kekuasaan
politik dalam negara, kenyataannya hanya menjadi juru damai. Kekuasaan politik
ada pada kelompok bangsawan dan kelompok gereja. Keduanya memiliki pasukan
militer yang sewaktu-waktu dapat digunakan untuk melancarkan ambisinya.
Adakalanya kekuatan militer kaum bangsawan dan kaum gereja lebih kuat dari
kekuatan militer milik raja. Munculnya kaum borjuis sebagai kelompok baru yang
kaya dan mampu menyaingi kaum bangsawan. Kelompok borjuis yang menguasai
perdagangan tidak suka pada kelompok bangsawan dan gereja, sehingga hanya mau
membayar pajak kepada raja. Akhirnya raja kembali memegang kekuasaan politik
tertinggi yang ditaati perintahnya oleh seluruh lapisan masyarakat.
b.Kondisi
ekonomi
Berlaku sistem ekonomi tertutup, yang menguasai
perekonomian hanya golongan penguasa. Kondisi-kondisi di atas menyebabkan
masyarakat Eropa terkungkung dan tidak memiliki harga diri yang layak sebagai
manusia. Oleh karena itu timbullah upaya-upaya untuk keluar dari keadaan
tersebut. Masyarakat berlomba-lomba memasuki kawasan kota dagang dan kota
industri, menjadi buruh dengan tujuan berusaha merubah kehidupan ekonomi ke
arah yang lebih baik. Petani-petani yang pada Abad Pertengahan setia
mengerjakan tanah para bangswan feodal, kini hilang berganti dengan golongan
masyarakat baru yang disebut buruh pabrik.
c.Kondisi
sosial
Saat itu
kehidupan masyarakat Eropa sangat terikat pada doktrin gereja. Segala kegiatan
kehidupan ditujukan untuk akhirat. Masyarakat kehilangan kebebasan untuk
menentukan pribadinya, dan kehilangan harga dirinya. Kehidupan manusia tidak
tenteram karena senantiasa diintip oleh intelijen gereja, sehingga menimbulkan
sikap saling mencurigai dalam masyarakat. Akhirnya masyarakat Eropa yang tidak
lagi mau terbelenggu oleh ikatan gereja. Mereka memalingkan diri dari kehidupan
akhirat kepada keduniaan sehingga pengaruh gereja merosot. Kehidupan materialistis
semakin berkembang mendesak kehidupan keagamaan.
d.Kondisi
budaya
Terjadi
pembatasan kebebasan seni dalam arti bahwa seni hanya tentang tokoh-tokoh Injil
dan kehebatan gereja. Semua kreasi seni ditujukan kepada kehidupan akhirat
sehingga budaya tidak berkembang. Demikian pula dalam bidang ilmu pengetahuan
karena segala kebenaran hanya kebenaran gereja. Namun pasca Renaissance
naskah-naskah ilmu pengetahuan Yunani dan Romawi Kuno dijumpai kembali oleh
masyarakat Barat, dibawa oleh ilmuwan yang lari dari Konstantinopel ke Italia
setelah Konstantinopel jatuh ke tangan Turki. Selain itu pada era
Renaissance telah memunculkan tokoh-tokoh yang berkarya kembali dalam
bidang seni.
e.Dampak
Renaissance terhadap Indonesia:
Pengaruh langsung untuk Indonesia mungkin tidak ada
karena pada saat itu Renaissance hanya berkembang di wilayah eropa saja. Akan
tetapi dampak tidak langsung Indonesia mendapatkannya, karena secara
tidak langsung Belanda, Portugis dan Negara Eropa lainnya yang awalnya diekang
oleh doktrin bahwa bumi dan lautan dikelilingi neraka, mulai membantahnya
dan mengadakan pelayaran sekaligus menyebarkan seni rupa modern di
Indonesia. Hal itu bisa di lihat dari bangunan-bangunan yang di bangun oleh
mereka pasti memiliki gaya eropa klasik. Intinya Renaissance tidaklah berdampak
langsung bagi perkembangan seni rupa di Indonesia tetapi memiliki dampak jangka
panjang.
b.Dilakukannya penyogokan oleh
pemuka agama kepada petinggi gereja agar mereka memperoleh kedudukan sosial
keagamaaan yang tinggi.
c.Paus sebagai bapak suci
berperilaku amoral yang menyangkut hubungannya dengan wanita seperti Alexander
VI yang memiliki 8 anak haram dari hasil hubungannya dengan wanita simapannya.
e.Adanya penyimpangan terhadap acara
sakramen suci atau ritus pemujaaan terhadap benda-benda keramat atau
tokoh-tokoh suci yang nantinya akan menimbulkan takhayul dan mitologisasi yang
tidak masuk akal, seperti para pastor yang semata-mata merupakan manusia yang
memiliki sifat yang sama dengan yang lainnya menganggap dirinya keramat.
f.Korupsi atas nama negara
g.Pajak-pajak yang memberatkan
karena ambisi kekuasaan kaum bangsawan lokal
h.Kebangkitan nasionalisme di Eropa
i.Perkembangan kapitalisme dan
krisis-krisis ekonomi dikawasan imperium Roma.
Tokoh reformasi gereja
a.Martin Luther (1483-1546)
Luther lahir pada tanggal 10 November 1483 di Eisleben, Jerman. Seorang
tokoh yang paling berpengaruh dalam gereja bahkan di kalangan Protestan setelah
era Reformasi di mana Luther merupakan salah satu tokoh utamanya. Luther
membawa pembaharuan besar di Jerman. Dalam persembunyian dia menerjemahkan
Kitab Suci Perjanjian Baru ke dalam bahasa Jerman. Luther membawa pembaharuan
besar di Jerman pada masa itu. Dalam persembunyian dia menerjemahkan
Kitab Suci Perjanjian Baru ke dalam bahasa Jerman. Ini sangat penting sebagai
sebuah pintu bagi perubahan dan kemerdekaan berpikir. Selama 1500-an tahun,
yang berhak membaca Kitab Suci hanya segelintir orang dan yang berhak
menafsirkannya hanya para petinggi gereja seperti Paus di Roma. Penerjemahan
Kitab Suci ke dalam bahasa Jerman juga membawa pembaharuan tidak hanya dalam
kehidupan beragama tetapi juga dalam bidang non-agamis seperti seni dan budaya.
b.Erasmus Desiderius Roterodamus
Adalah seorang humanis yang terkemuka dan merupakan perintis Reformasi.
Karyanya edisi perjanjian Baru diterbitkan pada tahun 1516 dalam Bahasa Yunani
mendorong reformasi Luther. Erasmus dilahirkan 27 oktober 1466. Ia tinggal
dalam biara Augustinus selama 5 tahun (1486-1491).[2]Pada waktu selama itu ia menulis sejumlah
puisi dan karangan prosa dan lain. Dalam tulisannya sudah tampak kritiknya pada
kekuasaan gereja.Erasmus adalah seorang tokoh yang berjasa bagi gerakan
reformasi gereja yang dipimpin oleh Luther. Luther menggunakan edisi baru
bahasa Yunani yang dikeluarkan oleh Erasamus. Erasamus juga mengeritik
keburukan-keburukan yang ada di gereja dan menasahati paus supaya mengambil
tindakan-tindakan pembaharuan gereja. Hingga tahun 1524 Erasamus bersimpati
pada reformasi Luther.
c.Zwingli
Huldrych (atau Ulrich) Zwingli lahir di Swiss, 1
Januari 1484 adalah pemimpin Reformasi Swiss, dan
pendiri Gereja Reformasi Swiss.[3] Reformasi Zwingli didukung oleh
pemerintah dan penduduk Zürich, dan menyebabkan perubahan-perubahan
penting dalam kehidupan masyarakat, dan urusan-urusan negara di Zürich. Gerakan
ini, khususnya, dikenal karena tanpa mengenal kasihan menganiaya
kaum Anabaptis dan para pengikut Kristus lainnya yang mengambil sikap
tidak melawan. Reformasi menyebar dari Zürich ke lima kanton Swiss
lainnya, sementara yang lima lainnya berpegang kuat pada pandangan
iman Gereja Katolik. Zwingli terbunuh di Kappel am Albis, dalam
sebuah pertempuran melawan kanton-kanton Katolik.
d.John Calvin (1509-1564)
Yohanes Calvin atau John Calvin lahir
di Noyon, Kerajaan Perancis, 10 Juli 1509 Swiss. Ia
adalah teolog Kristen terkemuka pada masa Reformasi
Protestan yang berasal dari Perancis.[4] Seorang pemimpin Reformasi Gerakan
Gereja di Swiss. Merupakan generasi kedua dalam jajaran pelopor dan pemimpin
reformasi gereja abad ke-16 peranannya sangat besar dalam gereja-gereja
reformatoris. Gereja-gereja yang mengikuti ajaran tata gereja yang digariskan
Calvin tersebar. Dikenal dengan gereja Calvinisme. Sebagai pelopor
Reformasi Gereja, ia menyebarkan gagasan-gagasannya tentang
bagaimana Gereja Reformasi yang benar itu ke banyak bagian
Eropa. Calvinisme menjadi sistem teologi dari mayoritas Gereja
Kristen di Skotlandia, Belanda, dan bagian-bagian tertentu
dari Jerman dan berpengaruh
di Perancis, Hongaria khususnya
di Transilvania dan Polandia.
Dampak Reformasi Gereja
Dampak dari adanya Gerakan Reformasi Protestan dibawah
Luther dan Calvin adalah: pertama, dampak sosial dan politik terhadap
Eropa dan negara-negara Barat pada umumnya. Reformasi ini menimbulkan Western
Christendom sehingga munculnya negara-negara nasional kecil tanpa memiliki
pusat kekuasaan atau gembala politik seperti lembaga Kepausan Roma.
Menumbuhkan benih-benih demokratisasi politik, kesadaran individual akan
pentingnya hak-hak politik, kebebasan individu. Sehingga menjadi dasar
timbulnya gerakan-gerakan demokratisasi yang dan anti kekuasaan totaliter dan
keberanian rakyat untuk selalu melakukan kontrol terhadap kekuasaan.
Tetapi dengan adanya gerakan reformasi Protestan ini
juga lahirnya kekuasaan absolut di Eropa. Banyaknya pertikaian antara
Calvinisme dengan katolik, peperangan saudara dan penghancuran karya-karya
seni, patung, lukisan yang berbau katolisisme. Reformasi juga haris bertanggung
jawab atas terjadinya pembantaian massal dalam peristiwa berdarah pada malam
St. Bartholomeus. Di Belanda pun terjadi pemberontakan petani yang menolak
membayar pajak dan akhirnya oleh pangeran Philip mereka semua dibantai. Dan
pengikut Protestan dianggap pengkhianat dan selama enam tahun terjadi teror dan
pembunuhan terhadap kaum protestan.
Kedua, Reformasi juga mengakibatkan terbelahnya
agama Kristen menjadi sekte-sekte kecil; Lutherisme, Calvinisme, Anglicanisme,
Quakerisme, Katholikisme. Meskipun ditunjau dari segi doktrin-doktrin
fundamentalnya sekte-sekte itu tidak memiliki prinsip yang berbeda, tetapi
timbulnya hal tersebut menyebabkan keretakan serius dalam agama kristen. Akibat
adanya sekte-sekte ini, Eropa terbelah secara keagamaan; Jerman Utara dan
negara-negara Skandinavia (Swedia dan Norwegia), menganut Lutheranisme;
Skotlandia, Belanda, Switzerland dan Prancis menganut Calvinisme dan
negara-negara Eropa lainnya seperti Spanyol dan Italia menganut katolisisme
(Ortodok