Subscribe Channel MAN 2 Kebumen

Subscribe and stay connect with us!!

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

IDEOLOGI DUNIA DAN PENGARUHNYA

 


PANCASILA  adalah ideologi dan ciri khas bangsa Indonesia

Ideologi dunia dan pengaruhnya terhadap gerakan nasionalisme di Asia afrika

  1. 1. IDEOLOGI DUNIA DAN PENGARUHNYA TERHADAP GERAKAN NASIONALISME DI ASIA AFRIKA
  2.  LATAR BELAKANG • Pada abad pertengahan yakni kembali berkuasanya gereja secara politik dan keagamaan yang terlalu dominan, tidak memberikan tempat bagi pengembangan kebudayaan Yunani dan Romawi. • Pada abad ke 16 mulailah era Renaissans yang telah mengubah dan membuka pikiran manusia yang selama beberapa waktu terkungkung oleh dominasi para bangsawan dan gereja. • Pada masa Aufklarung, lahirlah pemikiran pemikiran baru dalam kebudayaan modern yang mengusung tema kebebasan kemerdekaan, kesetaraaan,hak individu, termasuk Demokrasi • Pemikiran ini pun berhasil menghasilkan revolusi Industri di Inggris. • Keberhasilan ini menginspirasi Negara Negara lainnya dan meluas hampir ke seluruh Eropa,Amerika, dan akhirnya dunia.

  3.  1 DEMOKRASI
  4. PENGERTIAN DEMOKRASI Demokrasi berasal dari Bahasa Yunani, yaitu ‘demos’ artinya rakyat dan ‘kratos’ artinya kekuasaan. Demokrasi secara khusus dapat berarti sebagai bentuk kekuasaan yang berada di tangan rakyat. Menurut KBBI, Demokrasi ialah sistem pemerintahan yang segenap rakyat turut serta memerintah dengan perantaraaan wakil wakilnya. Menurut Aristoteles Demokrasi adalah kebebasan.
  5. SEJARAH LAHIRNYA DEMOKRASI • Negara yang pertama kali melakukan sistem demokrasi pertama kali ialah Athena (Yunani Kuno) • Demokrasi yang diterapkan adalah demokrasi langsung, karena pada saat itu jumlah penduduknya masih sedikit,sehingga rakyat dapat menyalurkann aspirasinya.
  6. PERKEMBANGAN DEMOKRASI • Demokrasi mengalami perkembangan yang luas sampai benua Eropa, Amerika, terutama Inggris. • Cendekiawan Inggris yang memperjuangkan demokrasi ialah John Locke, dalam bukunya yang berjudul Two Treaties on Government. • Pada akhir 90-an, hamper seluruh Negara di dunia mengadopsi pemerintahan demokratis walaupun memiliki variasi system politik yang berbeda
  7. PERKEMBANGAN DEMOKRASI • Sistem demokrasi paling banyak diminati dalam kehidupan bernegara karena sistem ini berlandaskan prinsip Trias Politica dan kedaulatan rakyat. • Trias Politca merupakan prinsip yang membagi tiga bagian yaitu eksekutif, yudikatif, dan legislatif. • Penggunaan sistem demokrasi disesuaikan dengan kepentingan dan kepribadian bangsa. • Indonesia pernah menganut sistem demokrasi terpimpin.
  8. PENGARUH DEMOKRASI • Di Indonesia pernah menganut paham demokrasi presidentil, parlementer, sistem pemisahan kekuasaan, melalui referendum dan inisiatif rakyat. sampai akhirnya menganut paham demokrasi pancasila. • rapat dalam merumuskan peraturan negara dan lain sebagainya dilakukan dengan cara yang demokratis.

  9. 2 NASIONALISME
  10. PENGERTIAN NASIONALISME Kata nasionalisme berasal dari Bahasa Inggris nation, atau natie dalam bahsa Belanda yang berarti bangsa. Menurut KBBI Nasionalisme ialah suatu paham (ajaran) untuk mencintai bangsa dan negara sendiri atau politik untuk membela pemerintahan sendiri. Secara umum dapat kita simpulkan bahwa nasionalisme merupakan suatu rasa cinta terhadap bangsa dan tanah air yang ditimbulkan oleh persamaan tradisi yang berkaitan dengan sejarah, bahasa, kebudayaan, pemerintahan, tempat tinggal dan keinginan untuk mempertahankan kesatuan bangsa.
  11. SEJARAH LAHIRNYA NASIONALISME • Nilai nilai nasionalisme muncul di Eropa seiring dengan lahirnya pergerakan dan revolusi. • Sebagian besar negara-Negara di Eropa menrapkan sistem monarki yang absolut sehingga rakyat merasa tertindas. • Kondisi ini menimbulkan kesadaran akan suatu persamaan hak dan kebebasan
  12.  SEJARAH LAHIRNYA NASIONALISME • Hal ini mendorong suatu gerakan untuk melepaskan diri dari kekuasaan yang menindas rakyat. • Kesadaran inilah yang menimbulkan gerakan Nasionalisme • Pasca PD II ada sekitar 66 negara-bangsa yang merdeka..
  13.  PERKEMBANGAN NASIONALISME • Nasionalisme berkembang pertama kali di Eropa sekitar abad ke- 18. • Nasionalisme di Eropa muncul sebagai kesadaran untuk menyatukan wilayah atau daerah yang terpecah belah. • Paham ini kemudian cepat menyebar keseluruh dunia, terutama di negara- negara jajahan bangsa Eropa. • Hal ini karena Negara-Negara penjajah melakukan penindasan terhadap rakyat yang dijajah, bangsa bangsa terjajah mulai sadar akan harga dirinya sebagai suatu bangsa.
  14. PERKEMBANGAN NASIONALISME DI ASIA DAN AFRIKA Faktor yang melatarbelakangi gerakan nasionalisme Negara-Negara Asia dan Afrika : Penderitaan dan kesengsaraan rakyat akibat kolonialisme dan Imprealisme. Kemenangan Jepang atas Rusia. Kenangan akan kejayaan di masa lalu. Munculnya golongan terpelajar dalam masyarakat. Gerakan nasionalisme Asia & Afrika bertujuan untuk menghancurkan pemerintahan kolonial barat, menghentikan eksploitasi terhadap bidang perekonomian, serta membangun Negara nasional yang demokrtis
  15. CONTOH GERAKAN NASIONALISME DI ASIA DAN AFRIKA  ASIA • Nasionalisme Cina • Nasionalisme India • Nasionalisme Filipina • Nasionalisme Indonesia • Nasionalisme Turki • Nasionalisme Jepang  AFRIKA • Nasionalisme Libya • Nasionalisme Mesir • Nasionalisme Angola • Nasionalisme Afrika Selatan

  16. 3. LIBERALISME
  17.  PENGERTIAN LIBERALISME Kata liberalisme berasal dari Bahasa latin liber yang berarti bebas. Bebas disini tidak mengacu pada kepemilikan umum namun, lebih mengarah kepada suatu kebebasan berpikir. Kata liberal berkembang sehingga meliputi berbagai makna dan aspek. Liberalisme adalah sebuah ideologi, pandangan filsafat, dan tradisi politik yang didasarkan pada pemahaman bahwa kebebasan dan kesamaan hak adalah nilai politik yang utama.
  18. SEJARAH LAHIRNYA LIBERALISME • Paham liberalisme dimulai pada masa Renaissance, yaitu zaman ketika rakyat di negara-negara di Eropa berjuang membebaskan diri dari kekuasaan gereja dan agama yang sangat mengungkung kebebasan berpikir. PERKEMBANGAN LIBERALISME • Liberalisme pertama kali dikembangkan oleh kaum borjuis di Prancis pada abad ke-18, sebagai reaksi terhadap pemerintahan Raja Louis XVI yang berkuasa secara absolut dan sewenang-wenang tanpa dibatasi oleh konstitusi atau undang undang. • Paham ini kemudian menyebar ke berbagai Negara Eropa lainnya, dibawa oleh Napoleon Bonaparte dan berhasil memepengaruhi hampir seluruh Eropa kecuali Inggris dan Rusia. • Paham liberalisme juga menyebar ke seluruh dunia termasuk Asia dan Afrika, Hal ini dimungkinkan karena hubungan antarbangsa yang semakin terbuka.
  19. PRAKTIK LIBERALISME DI BIDANG POLITIK • Paham liberalisme beranggapan bahwa terbentuknya suatu Negara merupakan kehendak dari individu-individu. • Kekuasan tertinggi berada di tangan rakyat yang dilindungi dengan undang undang undang, hukum, parlemen, dsb.
  20. PRAKTIK LIBERALISME DI BIDANG EKONOMI • Adanya ekonomi bebas, yakni tiap- tiap individu harus memiliki kebebasan berusaha, memilih mata pencaharian yang disukai, serta kebebasan mengumpulkan harta benda. • Pemerintah tidak memiliki peran dalam kegiatan ekonomi bebas. • Semboyan kaekonomi bebas; produksi bebas, perdagangan bebas, dunia akan berjalan sendiri
  21. PRAKTIK LIBERALISME DI BIDANG AGAMA • Paham liberalisme beranggapan bahwa masalah agama merupakan masalah pribadi sehingga tiap individu harus memiliki kebebasan beragama dan menolak campur tangan negara/pemerintah. • Bebas memilih agama dan menjalankan ibadah sesuai keyakinan.
  22.  PENGARUH LIBERALISME • diberlakukan PEMILU (Pemilihan Umum) buat memilih anggota parlemen dimana pemilihnya ialah dari seluruh anggota masyarakat. • munculnya sistem perekonomian liberal (PERDAGANGAN BEBAS ) • Setiap orang bebas menganut agama yang diyakininya tanpa ada paksaan dari siapapun. • kebebasan bagi wartawan buat menulis dan memuat warta apapun nan benar-benar diketahuinya. • adanya emansipasi wanita serta penyetaraan gender nan menempatkan wanita sejajar dengan pria. Tokoh emansipasi wanita di Indonesia : Kartini.

  23.  4 SOSIALISME
  24.  PENGERTIAN SOSIALISME Kata sosialisme berasal dari Bahasa latin yaitu socius yang berarti kawan. Sosialisme adalah suatu paham yang menghendaki segala sesuatu yang diatur bersama, dikerjakan bersama, dan hasilnya pun harus dinikmati bersama. Tujuan sosialisme adalah mewujudkan masyarakat soisalis dengan jalan menegndalikan secara kolektif sarana produksi dan memperluas tanggung jawab negara bagi kesejahteraan. Gerakan sosialis ditandai dengan adanya pertentangan terhadap kelas kelas sosial dalam masyarakat..
  25.  SEJARAH LAHIRNYA SOSIALISME • Sosialisme muncul sebagai reaksi terhadap kondisi rakyat kelas menengah kebawah yang memperihatinkan. • Oleh karena itu muncul cendekiawan yang membela hak kaum buruh dan menyerukan persamaan hak. Robert Owen
  26.  PENGARUH SOSIALISME PADA MASA ITU • Terbentuk partai yang berideologi sosialis. Partai tersebut bernama Partai Sosialis Indonesia (PSI) pada tahun 1945 • semua masyarakat boleh mengenyam pendidikan tanpa membedakan kelas sosialnya. • Masyarakat bebas menggunakan sarana dan prasarana yang disediakan pemerintah( tanpa memandang kalangan tertentu ) • Individu boleh memiliki harta kekayaan pribadi, • segala bentuk perekonomian diperuntukkan untuk rakyat. • dibuatnya undang-undang pasal 33 menunjukkan bahwa pengelolaan SDA diatur oleh Negara untuk kesejahteraan masyarakat.
  27.  PENGARUH SOSIALISME PADA MASA KINI • dibuatnya undang-undang pasal 33 menunjukkan bahwa pengelolaan SDA diatur oleh Negara untuk kesejahteraan masyarakat.

  28.  5 PAN-ISLAMISME
  29. PENGERTIAN PAN-ISLAMISME Secara luas, Pan-Islamisme merupakan suatu kesadaran adanya kesatuan umat islam yang diikat oleh kesamaan agama sehingga membentuk solidaritas sedunia. Secara khusus, adalah gerakan memepersatukan umat Islam.
  30. SEJARAH LAHIRNYA PAN-ISLAMISME • Paham Pan islamisme berasal dari gagasan Jamaluddin al- Afgani (1839-1897). • Pemikiran Jamaluddin al-Afgani tentang gagasan Pan Islamisme sangat erat kaitannya dengan kondisi pada awal abad ke 20. • Pada abad ini terjadi beberapa kemunduran dalam negara negara Islam, sementara negara barat terjadi kemajuan disertai pengembangan kekuasaan. • Jamaluddin melihat pengembangan kekuasaan ini termasuk penjajahan yang harus dilawan dengan cara bersatunya negara negara Islam menjadi satu kekuatan besar.(Pan-Islamisme)
  31.  PERKEMBANGAN PAN-ISLAMISME • Pan-islamisme dikembangkan oleh Jamaluddin al Afgani sangat berpengaruh bagi para tokoh tokoh islam. • Pan-islamisme meluas ke berbagai negara khususnya negara negara islam. • Raja Faisal dan Shah Iran mengusulkan untuk diadakan KTT islam. • Akhirnya dibentuk organisasi konferensi Islam yang berkedududkan di Jeddah.
  32.  PENGARUH PAN-ISLAMISME • Terbentuknya Liga Dunia Islam (Muslim Word League atau Rabitah al-Alam al-Islam) pada 1962 merupakan bentuk nyata dari gerakan Pan Islamisme. • negara-negara Islam berhasil memebentuk sebuah lembaga permanen yang permanen yang diberi nama Organization of Islamic Conference (OIC) atau Organisasi Konferensi Islam (OKI) yang berkedudukan di Jeddah. • Berkembangnya Organisasi Islam di indonesia. Contoh Organisasi islam di Indonesia :

REVOLUSI INDONESIA

 

REVOLUSI INDONESIA



Pada tanggal 6 Agustus 1945, bom atom dijatuhkan di kota Hiroshima. Sebanyak 90.000-146.000 orang tewas saat itu. Selang tiga hari kemudian, bom atom pun kembali jatuh di kota Nagasaki, Jepang, dan menewaskan 39.000-80.000 orang. Akibat serangan yang dilakukan oleh Sekutu, akhirnya Jepang menyerah tanpa syarat.

Pada tanggal 15 Agustus 1945, Indonesia mengalami kekosongan kekuasaan setelah Sekutu yang berhasil mengalahkan Jepang, tidak melakukan penaklukan terhadap Indonesia. Melihat hal itu, golongan pemuda Indonesia tidak mau menyia-nyiakan kesempatan. Mereka kemudian menculik Soekarno dan Moh. Hatta dan membawanya ke Rengasdengklok, Jawa Barat. Soekarno-Hatta didesak untuk segera menyatakan kemerdekaan Indonesia


 



Selang sehari setelah pengasingan, pada tanggal 17 Agustus 1945, Soekarno membacakan teks proklamasi yang dirancangnya bersama beberapa tokoh, di rumah Soekarno. Setelah proklamasi selesai dibacakan, dikibarkanlah bendera merah putih yang telah dijahit oleh ibu Fatmawati, istri dari Soekarno. Rakyat pun bersorak-sorai gembira.

Namun, kebahagiaan itu tidak bertahan lama. Belanda kembali datang. Mereka berusaha menegakkan kembali kekuasaan di Indonesia. Rakyat Indonesia pun tidak terima dan mulai melakukan perlawanan. Saat itulah perjuangan revolusi Indonesia dimulai.

Sekutu (termasuk Belanda di dalamnya) membentuk suatu badan komando militer di Indonesia bernama Allied Forces for Netherland Indies (AFNEI). Tentara AFNEI mendarat di beberapa wilayah strategis Indonesia, seperti Surabaya dan Jakarta pada bulan September, Oktober, dan November tahun 1945.

Mengetahui adanya ancaman tersebut, rakyat Indonesia tidak tinggal diam. Masyarakat di berbagai daerah mulai bergerak dan terjadilah perlawanan. Oh ya, perjuangan revolusi Indonesia ini terbagi menjadi 2 karakteristik ya. Pertama itu perlawanan dengan menggunakan cara fisik, kemudian satu lagi perlawanan menggunakan jalur diplomasi.

Surabaya, menjadi lokasi pertama perlawanan rakyat Indonesia setelah Sekutu kembali menginjakkan kaki di Indonesia. Arek-arek Suroboyo bersama salah satu tokohnya yaitu Bung Tomo, dengan heroik melakukan perlawanan terhadap Sekutu. Bung Tomo dikenal dengan orasinya yang sangat bergelora, sehingga dapat membangkitkan semangat para pejuang.

Pertempuran Surabaya mencapai puncaknya pada 10 November 1945. Atas semangat, keberanian, dan jiwa patriotik dari para ulama, santri, dan arek Suroboyo lainnya, tanggal 10 November kemudian dijadikan sebagai Hari Pahlawan. Setelah Surabaya, berbagai daerah pun ikut angkat senjata melawan tentara-tentara Sekutu.



Pertempuran 10 November di Surabaya Dalam buku 10 November 1945: Gelora Kepahlawanan Indonesia (1992) karya Berlan Setiadijaya, pertempuran di Surabaya dipicu oleh Insiden perobekan bendera di hotel Yamato dan tewasnya Mallaby (perwira Inggris). Pada 10 November 1945, Sekutu memberikan ultimatum kepada rakyat Surabaya untuk menyerah dan memberikan persenjataan mereka kepada AFNEI. Ultimatumtersebut diacuhkan oleh rakyat Surabaya dan mereka memilih bertempur mempertahankan kemerdekaanIndonesia. Kolonel Sungkono dan Bung Tomo membakar semangat bertempur rakyat melalui Radio Perjuangan. Diperkirakan ribuan rakyat Surabaya meninggal dalam pertempuran ini. Untuk mengenang keberanian rakyat Surabaya, tanggal 10 November dijadikan sebagai hari pahlawan.

 Pertempuran Ambarawa Pertempuran Ambarawa berlangsung pada 26 Oktober – 15 Desember 1945. Latar belakang pertempuran ini adalah keinginan Sekutu untuk mengambil alih kota Ambarawa Hal tersebut ditentang oleh Tentara Keamanan Rakyat (TKR), mereka melakukan perlawanan terhadap pasukan Sekutu hingga mampu menahan beberapa tentara Sekutu. Pertempuran terus berlanjut demi mengusir pasukan sekutu dari Ambarawa. Pada 15 Desember, TKR berhasil memukul mundur pasukan Sekutu hingga ke Semarang.

 Pertempuran Medan Area Dilansir dari buku Sejarah Indonesia Modern 1200-2004 (2005) karya M.C Ricklefs, pertempuran Medan Area berlangsung dari 10 Desember 1945 – 10 Desember 1946. Latar belakang terjadinya pertempuran ini adalah perampasan dan penginjakan lencana merah putih oleh pasukan Sekutu. Selain itu, pasukan Sekutu juga mengeluarkan ultimatum kepada rakyat Medan agar menyerah dan memberikan persenjataan kepada Sekutu. Namun, ultimatum tersebut tidak diindahkan oleh rakyat Medan sehingga Sekutu melancarkan aksi militer pada 10 Desember 1945. Rakyat Medan merespon tindakan tentara Sekutu dengan melakukan perlawanan. Rakyat Medan yang tergabung dalam Barisan Pemuda Indonesia dan Komando Resimen Laskar Rakyat mengalami beberpa kesulitan dalam pertempuran sehingga mengharuskan mereka mundur ke arah Pematang Siantar. 
   Pertempuran antara rakyat Medan dan Sekutu terus berlanjut hingga 10 Desember 1946 setelah NICA mengajukan gencatan Senjata. 

 Bandung Lautan Api Peristiwa Bandung Lautan Api berlangsung pada 24 Maret 1946. Latar belakang terjadinya peristiwa ini adalah ultimatum tentara Sekutu yang memerintahkan pengosongan kota Bandung pada 24 November 1945. Tentara Keamanan Rakyat (TKR) menolak ultimatum tersebut dan bersiap untuk melakukan perlawanan di kawasan Bandung Utara. A.H Nasution sebagai pemimpin pasukan tentara merundingkan rencana opsi perlawanan dengan Sutan Sjahrir selaku perdana menteri pada   Sutan Sjahrir menolak opsi perlawanan dan memerintahkan tentara dan rakyat Bandung untuk mengungsi ke arah Bandung Selatan pada 24 Maret 1946. Sebelum melakukan pengosongan kota, tentara dan rakyat Bandung melakukan pembakaran terhadap gedung-gedung penting agar tidak dapat digunakan oleh tentara Sekutu. Peristiwa pembakaran tersebut dikenal dengan Bandung Lautan Api.









Beberapa perjuangan melalui diplomasi antara lain Perjanjian Linggarjati, Perundingan Renville dan Konferensi Meja Bundar.

1. Perjanjian Linggarjati

Perjanjian ini dilaksanakan di Desa Linggarjati, perbatasan antara Cirebon dan Kuningan, pada tanggal 10 November 1946. Indonesia diwakili Sutan Syahrir, A.K. Gani, Susanto Tirtoprojo, dan Mohammad Roem. Pihak Belanda diwakuli Schermerhorn, dan penengah dari pihak Inggris diwakili Lord Killearn. Hasil dari perjanjian ini antara lain:

- Belanda mengakui secara de facto wilayah Jawa, Sumatra, dan Madura.

- RI dan Belanda membentuk Republik Indonesia Serikat (RIS).

- RI dan Belanda membentuk Uni Indonesia-Belanda, Ratu Belanda sebagai ketuanya.

 

2. Perundingan Renville

Pernah kebayang nggak ngadain perundingan di atas sebuah kapal perang? Nah, ini pernah dilakukan pada 8 Desember 1947 – 17 Januari 1948. Yaps, ada sebuah perundingan di atas kapal perang angkatan laut Amerika Serikat bernama USS Renville, maka dari itu perjanjian ini disebut dengan Perjanjian Renville. Saat itu Indonesia diwakili oleh Amir Sjarifuddin dan Belanda diwakili oleh Abdulkadir Widjojoatmodjo. Dihadiri pula Komisi Tiga Negara yang diwakili oleh Richard Kirby, Paul van Zeeland, Frank Graham. Ada pun hasil dari perundingan ini ialah:

- Penghentian tembak menembak

- Daerah-daerah di belakang Garis van Mook harus dikosongkan dari tentara Indonesia.

- Belanda bebas membentuk negara federal di daerah-daerah yang diduduki melalui jajak pendapat terlebih dahulu.

- Akan dibentuk uni Indonesia-Belanda.


3. Konferensi Meja Bundar (KMB)

Kali ini ada sebuah perundingan yang dilakukan di Den Haag, Belanda pada 23 Agustus 1949 – 2 November 1949. Nama perundingan tersebut ialah Konferensi Meja Bunda. Iya, namanya meja bundar karena meja untuk konferensi memang membentuk sebuah bundaran. Pada saat itu Belanda diwakili Mr. Van Maarseveen, perwakilan Indonesia diwakili oleh Moh. Hatta, dan delegasi UNCI ialah Chritchley. Ada pun hasil dari Konferensi Meja Bundar  ialah:

- Belanda mengakui kedaulatan Republik Indonesia Serikat (RIS).

- Masalah Irian Barat diselesaikan setahun kemudian.

- RIS harus membayar utang-utang Belanda sampai pengakuan kedaulatan.

- RIS mengembalikan hak milik Belanda seperti perusahaan-perusahaan Belanda.






Semoga Bermanfaat - Chusnul Chotimah
(Pengajar Sejarah di MAN 2 Kebumen)