Subscribe Channel MAN 2 Kebumen

Subscribe and stay connect with us!!

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Perang Dunia II dan terbentuknya PBB

 

1.    Jalannya Perang Dunia II



Jalannya Perang Dunia II dibagi menjadi tiga tahap yaitu tahap awal, tahap titik balik, dan tahap akhir. Mari kita bahas lebih lanjut !

a.       Tahap Awal

Setelah Jerman melancarkan serangan ke Polandia pada 1 September 1939, tiga hari kemudian, tanggal 3 September 1939, Perancis dan Inggris menyatakan perang terhadap Jerman. Kondisi ini menandai dimulainya Perang Dunia II antara Blok Axis (Poros) yang dipimpin Jerman dengan Blok Sekutu yang dipimpin Inggris. Jerman menerapkan politik lebensraum yang berperan sebagai motivasi kebijakan ekspansionis Jerman. Politik ini bertujuan memberikan ruang tambahan untuk pertumbuhan penduduk Jerman demi terciptanya Jerman Raya. Serangan Jerman yang dilakukan dengan mengerahkan seluruh kendaraan perang mulai dari tank hingga pesawat tempur yang mennggempur wilayah musuh dan diikuti gerakan menyapu pasukan Infanteri yang datang dari belakang mengepung kantong-kantong musuh. Metode perang ini disebut sebagai “blitzkrieg” yang berarti “perang kilat”. Dengan metode tersebut menjadikan gerakan ekspansi Jerman sulit dihentikan. Polandia jatuh sebelum September 1939. Setelah enam bulan masa tenang, Hitler menyerang Belgia, Belanda, Denmark, Norwegia dan Perancis. Pada tanggal 22 Juni 1940 dengan gempuran-gempuran yang sangat dahsyat dari Jerman dan Italia semuanya sudah dikalahkan Jerman dengan bantuan Italia, hanya Inggris yang masih bertahan.

Selanjutnya Jerman mencoba untuk menguasai Inggris. Dari bulan Juli hingga September ia melancarkan serangan udara terhadap kapal, bandara dan pelabuhan dan kota-kota untuk memperlemah Inggris sebelum mengirimkan pasukan darat. Namun serangan-serangan Jerman, baik angkatan udara maupun darat dapat dipatahkan oleh pasukan Inggris dibawah pimpinan Perdana Menteri Winston Churchill.

Pada Juni 1941, Jerman dan Italia telah menduduki daerah Balkan, Yugoslavia, Albania dan Yunani serta membujuk Rumania, Hongaria, dan Bulgaria untuk membantu mereka. Serangan ini mendapat perlawanan sengit dari pasukan partisan Yugoslavia dibawah pimpinan Josep Broz Tito. Kemudian pada 22 Juni 1941, Jerman melancarkan serangan besar-besaran kepada mantan sekutunya, yaitu Uni Soviet. Serangan-serangan tersebut berhasil dengan gemulang sehingga negara-negara sekutu dalam posisi bertahan. Namun pada musim dingin 1944, pasukan Rusia dapat memukul mundur pasukan Jerman dengan menerobos jauh ke arah Polandia, Rumania, Yugoslavia, Hongaria seringga dapat mengusir pasukan Jerman dari daerah Balkan.

Di Pasifik, pada 7 Desember 1941, Jepang telah memulai Perang Asia Timur Raya dengan melakukan penyerangan terhadap pangkalan militer Amerika Serikat di Pearl Harbour, Hawai. Keesokan harinya, Amerika Serikat menyatakan perang terhadap Jepang dan negara Poros lainnya. Perang yang melanda Eropa mengakibatkan wilayah koloni Inggris, Perancis dan Belanda di Asia Pasifik terabaikan. Jepang mengambil keuntungan dari kondisi ini. Sehingga dalam waktu 100 hari, Jepang berhasil merebut koloni Inggris di Malaya dan Burma, koloni Amerika Serikat di Filipina, koloni Belanda di Indonesia, dan sejumlah pulau di Pasifik. Untuk membalas serangan Jepang, sekutu menyusun strategi dengan melakukan taktik "Loncat Katak" (Jumping Frog). Stategi ini dipimpin oleh Jendral Douglas Mac Arthur dan Laksamana Chester Nimittz.

b.      Tahap Titik Balik

Pada 7 Mei 1942, sekutu berhasil menghancurkan tentara Jepang di Laut Koral dan pertempuran Midway. Hal ini membuat rencana Jepang untuk menduduki Australia dan kepulauan Hawaii berantakan. Setelah itu, pada 1945, Sekutu berhasil merebut Filipina dan Indo-Cina. Pada awal 1945 pasukan Amerika Serikat mengambil alih Pulau Okinawa dan Iwojima di Jepang. Kemudian, pada 6 Agustus 1945 angkatan udara Amerika Serikat menjatuhkan bom atom di atas kota Hiroshima dan membunuh lebih dari 80.000 orang. Tiga hari kemudian, pada 9 Agustus 1945, bom atom kedua dijatuhkan di Nagasaki. Selain itu Uni Soviet juga menyatakan perang terhadap Jepang. Semua bencana ini memaksa Kaisar Hirohito untuk menyerah. Tentara Jepang akhirnya menyerah pada Sekutu pada 15 Agustus 1945. Kejadian ini pula yang membuat Jepang harus angkat kaki dari Indonesia, dan dalam masa transisi tersebut, Indonesia menyatakan kemerdekaannya.

Sebelumnya, pasukan Sekutu di bawah pimpinan Montgomery pada 23 Oktober 1942 mendapat kemenangan dalam Perang El-Alamein di Afrika Utara. Disusul oleh kemenangan Amerika Serikat di Aljazair, Inggris- Amerika Serikat di Sisilia dan Italia Utara. Adapun, di Italia serangan Sekutu mendapat perlawanan sengit dari pasukan Jerman. Namun, pada 3 September 1943 Italia akhirnya dapat ditaklukkan. Pada 1944, kendali Jerman atas Eropa mulai melemah. Serangan balik Sekutu dimulai pada 6 Juni 1944, dengan serangan besar-besaran di Pantai Normandia oleh Inggris, Amerika Serikat, Kanada dan pasukan lainnya dibawah pimpinan Jenderal Eisenhower dari Amerika Serikat. Pos pertahanan dibangun dan akhirnya setelah berperang habis-habisan pasukan Sekutu memasuki pertahanan Jerman. Pada Agustus pasukan Sekutu mendarat di Perancis Selatan dan mulai bergerak ke utara. Sebulan kemudian hampir seluruh Perancis telah bebas. Pada pertengahan April 1945, pasukan Sekutu mulai memasuki Jerman tengah dan selatan. Pasukan sekutu melancarkan serangan langsung ke wilayah Jerman dengan menghancurkan pusat-pusat industri Jerman dan berhasil menduduki kota Berlin. Pasukan Jerman terdesak. Pada 7 Mei 1945, Jerman akhirnya menyerah kepada Sekutu.Dengan menyerahnya Jerman dan Jepang kepada Sekutu, berakhirlah Perang Dunia II. Kekalahan yang dialami pada Perang Dunia I terulang kembali oleh Jerman dan Italia.

c.       Tahap Titik Akhir

Akhir dari Perang Dunia II ialah dengan penandatanganan perjanjian perdamaian antara Sekutu dengan negara yang kalah perang. Perjanjian tersebut antara lain Perjanjian Potsdam antara Jerman dan Sekutu yang dilakukan pada 2 Agustus 1945. Isi Perjanjian Postdam antara lain

1)   Wilayah Jerman dibagi empat daerah pendudukan, yaitu Jerman Timur oleh Rusia dan Jerman Barat oleh Amerika Serikat, Inggris dan Perancis.

2)   Danzig dan daerah Jerman bagian timur Sungai Oder dan Neisse diberikan kepada Polandia

3)   Demiliterisasi Jerman

4)   Penjahat Perang harus dihukum

5)   Jerman harus membayar ganti rugi.

Perjanjian San Fransisco pada 8 September 1951 antara Jepang dan Sekutu. Isi dari perjanjian tersebut adalah:

1)   Jepang di perintah oleh tentara pendudukan Amerika Serikat

2)   Jepang membayar pampasan perang

3)   Daerah pendudukan Jepang dikembalikan kepada pemiliknya

4)   Penjahat perang akan dihukum.

2.    Akibat Perang

a.       Bidang Politik

1)      Memunculkan dua kekuatan besar dunia yakni Amerika Serikat dengan ideologi demokrasi liberalnya (liberalisme), dan Uni Soviet dengan ideologi komunisnya.

2)      Terjadi perebutan hegemoni di antara kedua ideologi yang berbeda berakibat munculnya perang dingin (cold war) antara Amerika Serikat dan Uni Soviet. Perang dingin ini sudah berakhir ketika Uni Soviet terpecah pada 1991 menjadi Commonwealth of Independent State (CIS). Pada masa perang dingin ini kedua kekuatan mencoba mempengaruhi negara-negara sepaham untuk membentuk aliansi (persekutuan), seperti North Atlantic Treaty Organization (NATO), yaitu fakta pertahanan Amerika Serikat bersama negara-negara Eropa Barat. Adapun aliansi bentukan Uni Soviet adalah Pakta Warsawa, yaitu pertahanan Uni Soviet bersama negara- negara Eropa Timur,

3)      Balance of Power Policy mengakibatkan munculnya politik aliansi yang berdasarkan atas kemauan bersama (Collective Security) misalnya adanya METO (middle eastern treaty organiszation) dan SEATO (south east asian treaty organization). Berakhirnya Perang Dunia II membawa dampak jatuhnya imperialis. Jatuhnya imperialisme ini membawa dampak menguatnya semangat nasionalisme di wilayah Asia dan Afrika untuk melepaskan diri dari cengkeraman negara Asing. Hal ini membawa dampak semangat untuk merdeka, Misalnya di Asia, muncul negara-negara baru seperti Indonesia, Filipina, India, Pakistan dan Srilanka. Di Afrika misalnya muncul Mesir dan Aljazair.

b.      Bidang Ekonomi

Setelah Perang Dunia II berakhir, keadaan Eropa sangat kacau dan semakin parah, sehingga Eropa tenggelam dalam kesengsaraan dan penderitaan. Amerika Serikat muncul sebagai kreditor bagi seluruh dunia, terutama Eropa. Amerika Serikat menyadari bahwa Wilayah Eropa yang rusak akan mudah dicengkeram oleh pihak komunis, oleh karena itu harus dibantu. Berkaitan dengan itu ada beberapa lembaga donatur diantaranya

1)      Thruman Doctrin (1947), lembaga ini membantu pertumbuhan ekonomi Yunani dan Turki

2)      Marshall Plan (1947), lembaga ini memberi bantuan ekonomi dan militer untuk membangun kembali ekonomi atas rencana yang terlebih dahulu dibuat oleh negara-negara Eropa dan disetujui oleh Amerika Serikat.

3)      Point Four Thruman, lembaga ini memberikan bantuan kepada negara-negara yang masih terbelakang di Asia dalam bentuk bantuan ekonomi dan militer (Mutual Security Act=MSA)

c.       Bidang Sosial

Reaksi yang muncul dalam bentuk kerja sama bangsa-bangsa di dunia, salah satunya dengan berlatar belakang dari akibat perang mendorong mereka mendirikan United Nation Relief Rehabilitation Administration (UNRRA) dengan membantu ,asyarakat yang menderita dalam bentuk

1)      Memberi makan orang-orang terlantar

2)      Mengurus pengungsi-pengungsi dan menyatukan anggota keluarga yang terpisah akibat perang

3)      Mendirikan rumah sakit dan balai pengobatan

4)      Mengerjakan kembali tanah-tanah yang rusak

Di sisi lain, kesengsaraan yang berkepanjangan akibat Perang Dunia II mendorong manusia untuk mewujudkan dan menciptakan perdamaian abadi. Niat ini semakin kuat setelah Liga Bangsa-Bangsa gagal dalam usaha mencari perdamaian. Sehingga memunculkan tekad untuk membentuk lembaga internasional yang berwibawa dalam melakukan perdamaian, yaitu Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tahun 1945. Adapun para pelopor pendiri PBB ialah Franklin Delano Roosevelt (AS), Winston Churchill (Inggris) dan Josef Stalin (Uni Soviet).

3.    Terbentuknya PBB

Liga Bangsa-Bangsa dianggap gagal mencegah meletusnya Perang Dunia II (1939-1945). Untuk mencegah meletusnya Perang Dunia Ketiga, yang mana tidak diinginkan oleh seluruh umat manusia, pada tahun 1945 PBB didirikan untuk menggantikan Liga Bangsa-Bangsa yang gagal dalam rangka untuk memelihara perdamaian internasional, dan meningkatkan kerjasama dalam memecahkan masalah ekonomi, sosial, dan kemanusiaan internasional.

Rencana konkrit awal untuk organisasi dunia baru ini dimulai di bawah naungan Departemen Luar Negeri AS pada tahun 1939. Franklin D. Roosevelt dipercaya sebagai seorang yang pertama menciptakan istilah "United Nations" atau Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai istilah untuk menggambarkan negara-negara Sekutu. Istilah ini pertama kali secara resmi digunakan pada 1 Januari 1942, ketika 26 pemerintah menandatangani Piagam Atlantik, dimana masing-masing negara berjanji untuk melanjutkan usaha perang.

Pada tanggal 25 April 1945, Konferensi PBB tentang Organisasi Internasional dimulai di San Francisco, dihadiri oleh 50 pemerintah, dan sejumlah organisasi non-pemerintah yang terlibat dalam penyusunan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa. PBB resmi dibentuk pada 24 Oktober 1945 atas ratifikasi Piagam oleh lima anggota tetap Dewan Keamanan-PerancisRepublik TiongkokUni SovietInggris dan Amerika Serikat-dan mayoritas dari 46 anggota lainnya. Sidang Umum pertama, dengan 51 wakil negara, dan Dewan Keamanan, diadakan di Westminster Central Hall di London pada Januari 1946.




Kedudukan organisasi ini awalnya menggunakan bangunan milik Sperry Gyroscope Corporation di Lake Success, New York, mulai dari 1946 hingga 1952. Sampai gedung Markas Besar PBB di Manhattan telah selesai dibangun.Sejak pendiriannya, banyak kontroversi, dan kritik tertuju pada PBB. Di Amerika Serikat, saingan awal PBB adalah John Birch Society, yang memulai kampanye "get US out of the UN" pada tahun 1959, dan menuduh bahwa tujuan PBB adalah mendirikan "One World Government" atau Pemerintah Seluruh Dunia.

Setelah Perang Dunia Kedua berakhir, Komite Kemerdekaan Perancis terlambat diakui oleh AS sebagai pemerintah resmi Perancis, sehingga Perancis awalnya tidak diikutsertakan dalam konferensi yang membahas pembentukan PBB. Charles de Gaulle menyindir PBB dengan menyebutnya le machin (dalam bahasa Indonesia: "Si Itu"), dan merasa tidak yakin bahwa aliansi keamanan global akan membantu menjaga perdamaian dunia, dia lebih percaya pada perjanjian/pakta pertahanan antar negara secara langsung.

a.    Keanggotaan PBB

Negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa adalah 193 negara berdaulat  dan memiliki perwakilan setara dalam Majelis Umum PBB. PBB adalah organisasi antar-pemerintahan terbesar di dunia, di atas Organisasi Kerja Sama Islam. Kriteria untuk pemasukan anggota baru ke PBB tercantum dalam Piagam II, Artikel 4 dari Piagam PBB:

·      Keanggotaan dalam Perserikatan Bangsa-Bangsa terbuka kepada seluruh negara cinta damai yang menerima obligasi yang tercantum dalam Piagam saat ini dan, dalam pengadilan Organisasi, dapat dan mengkehendaki pelaksanaan obligasi tersebut.

·      Pemasukan negara manapun semacam itu menjadi anggota dalam Perserikatan Bangsa-Bangsa akan diefektifkan oleh sebuah keputusan dari Majelis Umum atas rekomendasi Dewan Keamanan.

Sebuah rekomendasi untuk pemasukan dari Dewan Keamanan mensyaratkan suara afirmatif dari setidaknya sembilan dari lima belas anggota dewan tersebut, dengan tak ada lima anggota tetap yang memakai hak veto. Rekomendasi Dewan Keamanan harus kemudian disepakati dalam Majelis Umum oleh dua per tiga suara mayoritas.

Dalam prinsipnya, hanya negara-negara berdaulat yang bisa menjadi anggota PBB, dan sekarang seluruh anggota PBB adalah negara berdaulat. Meskipun lima anggota tidak berdaulat saat mereka bergabung dengan PBB, semuanya kemudian meraih kemerdekaan penuh antara 1946 dan 1991. Karena sebuah negara hanya dapat diterima keanggotaannya di PBB atas persetujuan Dewan Keamanan dan Majelis Umum, sejumlah negara yang dianggap berdaulat menurut Konvensi Montevideo tidak menjadi anggota PBB. Ini karena PBB tak menganggap mereka memenuhi kedaulatan, terutama karena kurangnya pengakuan internasional atau karena penentangan dari salah satu anggota tetap.

Selain negara anggota, PBB juga mengundang negara-negara non-anggota untuk menjadi pengamat di Majelis Umum PBB (sekarang dua: Tahta Suci dan Palestina), yang membolehkan mereka ikut serta dan berpendapat di pertemuan-pertemuan Majelis Umum, namun tidak memberikan suara. Para pengamat umumnya adalah organisasi antar pemerintahan dan entitas yang kenegaraan dan kedaulatannya tak terdefinisi.

b.    Struktur Organisasi PBB

Konferensi San Francisco menghasilkan suatu piagam yang di dalam Bab III Pasal 17 menyebutkan bahwa organ utama PBB sebagai berikut.

1)   Majelis Umum (General Assembly)

Majelis Umum terdiri atas semua negara anggota PBB yang mengadakan sidang umum tiap satu tahun mulai hari Selasa minggu ketiga bulan September. Dalam sidang tersebut tiap negara mengirimkan lima wakil, tetapi hanya membawa satu suara (Pasal 5 dan 18 Piagam PBB). Sidang istimewa diadakan jika dikehendaki oleh Dewan Keamanan atau sebagian besar anggota PBB.Tugas Majelis Umum Meliputi Hal-Hal Berikut.

a)    Menimbang dan membuat rekomendasi tentang asas-asas kerja sama internasional dalam pemeliharaan perdamaian dan keamanan.

b)   Membahas setiap persoalan yang berhubungan dengan perdamaian dan keamanan.

c)    Memelopori penelitian dan membuat rekomendasi guna memajukan kerja sama politik internasional. Hubungan kerja sama internasional di bidang ekonomi, sosial, budaya, pendidikan, dan kesehatan.

d)   Menerima atau menolak keanggotaan negara baru.

e)    Memilih anggota tidak tetap Dewan Keamanan, Dewan Ekonomi, dan Dewan Perwalian.

f)    Memilih sekretaris jenderal.

g)   Menetapkan anggaran belanja PBB.

2)   Dewan Keamanan (Security Council)

Dewan Keamanan terdiri atas lima belas anggota, lima anggota tetap dan sepuluh anggota tidak tetap. Anggota tetap meliputi Amerika Serikat, Rusia, Inggris, Prancis, dan Cina. Kelima anggota tersebut memiliki hak veto, yaitu hak untuk menolak atau
membatalkan keputusan Dewan Keamanan PBB. Anggota Tidak Tetap dewan keamanan PBB dipilih dalan dua tahun sekali oleh majelis umum. Tugas Umum Dewan Keamanan PBB Seperti Berikut.

a)    Memelihara keamanan dan perdamaian internasional.

b)   Menyelidiki setiap persengketaan serta mengusulkan cara penyelesaiannya.

c)    Mengirim pasukan perdamaian ke daerah sengketa.

d)   Mengusulkan anggota baru untuk masuk, dengan syarat yang telah ditentukan Mahkamah Internasional.

3)   Dewan Ekonomi Dan Sosial (Economic And Social Council)

Dewan Ekonomi dan Sosial dipilih dalam sidang umum untuk masa tiga tahun dan bersidang sedikitnya tiga kali dalam setahun, jumlah anggotanya 54 negara berdasarkan amendemen tahun 1971 yang berlaku tahun 1975. Tugas Dewan Ekonomi Dan Sosial Seperti Berikut.

a)    Melaksanakan kegiatan ekonomi dan sosial di bawah kewenangan PBB.

b)   Memelopori penelitian-penelitian dalam bidang ekonomi internasional, sosial, kebudayaan, pendidikan, kesehatan, dan kesehatan

c)    Memajukan rasa hormat-menghormati pada hak-hak manusia dan kemerdekaan asasi.

d)   Menyelenggarakan konferensi-konferensi tentang masalah ekonomi, sosial, kebudayaan, dan lain-lain.

4)   Dewan Perwalian (Trusteeship Council)

Dewan Perwalian terdiri atas anggota yang menguasai daerah perwalian, anggota tetap Dewan Keamanan dan sejumlah anggota yang dipilih selama tiga tahun dalam sidang umum. Tugas Dewan Perwalian antara lain sebagai berikut.

a)    Mengusahakan kemajuan penduduk daerah perwalian dalam negara untuk mencapai kemerdekaan sendiri.

b)   Memberikan dorongan untuk menghormati hak-hak manusia.

c)    Melaporkan hasil pengawasan kepada sidang umum PBB.

5)   Mahkamah Internasional (International Court Of Justice)

Anggota Mahkamah Internasional dipilih oleh Majelis Umum dan Dewan Keamanan PBB. Masa tugasnya adalah sembilan tahun dan berkedudukan di Den Haag (Belanda). Tugas Mahkamah Internasional seperti berikut.

a)    Menerima perkara-perkara dari negara anggota yang membutuhkan dengan syarat-syarat yang telah ditentukan.

b)   Menerima persengketaan hubungan kerja sama internasional dari Dewan Keamanan PBB.

c)    Memberi nasihat tentang persoalan hubungan kerja sama pada Majelis Umum dan Dewan Keamanan.

6)   Sekretariat (Secretariat)

Sekretariat dipimpin oleh seorang sekretaris jenderal. Sekretaris jenderal diangkat oleh Majelis Umum atas usul dari Dewan Keamanan. Tugas sekretaris jenderal seperti berikut.

a)    Sebagai kepala administrasi PBB.

b)   Membawa setiap permasalahan yang mengancam perdamaian dan keamanan internasional kepada Dewan Keamanan

c)    Membuat laporan tahunan tentang pekerjaan PBB.




c.    Keanggotaan Indonesia dalam PBB

Indonesia resmi menjadi negara anggota Perserikatan Bangsa Bangsa ke-60 pada tanggal 28 September 1950, yang ditetapkan dengan Resolusi Majelis Umum PBB nomor A/RES/491 (V) tentang "penerimaan Republik Indonesia dalam keanggotaan di Perserikatan Bangsa Bangsa", kurang dari satu tahun setelah pengakuan kedaulatan Indonesia oleh Belanda dalam Konferensi Meja Bundar di Den Haag (23 Agustus - 2 November, 1949).

Indonesia memiliki perwakilan tetap untuk PBB di New York, sekaligus satu perwakilan tetap untuk PBB, WTO dan organisasi-organisasi internasional lainnya di Jenewa. Misi di New York dikepalai oleh seorang wakil tetap, sedangkan misi di Jenewa dikepalai oleh seorang duta besar. Pemerintah Republik Indonesia menunjuk Lambertus Nicodemus Palar sebagai Wakil Tetap untuk PBB pertama dari Indonesia. Palar telah memainkan peran penting dalam upaya mencari dukungan dan pengakuan internasional tentang kedaulatan Indonesia pada masa sulit dengan Belanda pada tahun 1947, di mana saat itu Indonesia memiliki status Pengamat dalam Majelis Umum PBB. Berbicara di dalam sidang Majelis Umum PBB pada tahun 1950, Palar berterima kasih untuk setiap dukungan yang diberikan untuk kemerdekaan Indonesia, dan berjanji bahwa negaranya akan melaksanakan tanggung jawabnya sebagai negara anggota dari PBB.

Pada masa Konfrontasi Indonesia-Malaysia pada 7 Januari tahun 1965, sebagai reaksi atas terpilihnya Malaysia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBBSoekarno marah, Indonesia memutuskan untuk mundur dari PBB, dan mendirikan CONEFO, didukung Republik Rakyat TiongkokRepublik Demokratik Rakyat Korea, dan Republik Demokratik Vietnam. Namun, dalam sebuah telegram bertanggal 19 September 1966, Indonesia memberikan pesan kepada Sekretaris Jenderal PBBatas keputusannya "untuk melanjutkan kerjasama penuh dengan Perserikatan Bangsa Bangsa, dan untuk melanjutkan partisipasinya dalam sesi ke-21 sidang Majelis Umum PBB". Pada tanggal 28 September 1966, Majelis Umum PBB menindaklanjuti keputusan pemerintah Indonesia tersebut dan mengundang perwakilan Indonesia untuk menghadiri sidang kembali.


Semoga Bermanfaat - Chusnul Chotimah
(Pengajar Sejarah di MAN 2 Kebumen)

Perang Dunia II

       Perang Dunia II



A.      Perang Dunia II

Perang Dunia II adalah perang terbesar sepanjang sejarah yang berlangsung dari tahun 1939-1945 dimana pihak yang terlibat dalam peperangan ini lebih banyak daripada yang terlibat dalam Perang Dunia I. Dampak yang ditimbulkan dari perang ini juga lebih luas lagi baik dari aspek wilayah maupun aspek kehidupan yang lain. Lalu kenapa perang ini bisa terjadi, bukankah telah terbentuk LBB sebagai organisasi yang bertugas menjaga perdamaian dunia?. Mari kita bahas bersama.!

1.    Latar Belakang

 Penyebab yang utama dalam jangka panjang adalah tumbuhnya fasisme Italia pada tahun 1920-anmiliterisme Jepang serta serangannya terhadap Tiongkok pada tahun 1930-an, dan secara khusus, perebutan kekuaasaan politik di Jerman pada tahun 1933 oleh Adolf Hitler dengan partainya, Nazi, serta kebijakan politik luar negerinya yang agresif. Penyebab langsung adalah Britania dan Perancis menyatakan perang terhadap Jerman setelah Jerman menyerang Polandia pada bulan September 1939.

Secara luas, penyebab Perang Dunia II dibedakan menjadi 2, yaitu Penyebab Umum dan Penyebab Khusus. Penyebab umum terjadinya Perang Dunia II antara lain:

a.    Kegagalan Liga Bangsa-bangsa (LBB) dalam menciptakan perdamaian dunia. LBB bukan lagi alat untuk mencapai tujuan, tetapi menjadi alat politik negara-negara besar untuk mencari keuntungan. LBB tidak dapat berbuat apa-apa ketika negara-negara besar berbuat semaunya, misalnya pada tahun 1935 Italia melakukan serangan terhadap Etiopia dan jepang seragan terhadapt manchuria.

b.    Negara-negara maju saling berlomba memperkuat militer dan persenjataan. Dengan kegagalan LBB tersebut, dunia Barat terutama Jerman dan Italia mencurigai komunisme Rusia tetapi kemudian Rusia mencurigai fasisme Italia dan nasionalis-sosialis Jerman. Oleh karena saling mencurigai akhirnya negara-negara tersebut memperkuat militer dan persenjataannya.

c.    Adanya politik aliansi (mencari kawan persekutuan). Kekhawatiran akan adanya perang besar, maka negara-negara mencari kawan dan muncullah dua blok besar yakni:Blok Fasis, terdiri atas JermanItalia, dan Jepang.Blok Sekutu, terdiri atas:Blok demokrasi yaitu PerancisInggrisAmerika Serikat, dan Belanda.Blok komunis yaitu RusiaPolandiaHongariaBulgariaYugoslaviaRumania, dan Cekoslovakia.

d.   Adanya pertentangan-pertentangan akibat ekspansi.

e.    Jerman mengumumkan Lebensraumnya (Jerman Raya) yang meliputi Eropa Tengah.

f.     Italia menginginkan Italia Irredenta yang meliputi seluruh Laut Tengah dan Abyssinia.

g.    Jepang mengumumkan Kemakmuran Bersama di Asia Timur Raya.Ini berarti merupakan tantangan terhadap imperialisme InggrisPerancis, dan Amerika Serikat.

h.    Adanya pertentangan faham demokrasifasisme, dan komunisme.

i.      Adanya politik balas dendam Revanche Idea Jerman terhadap Perancis karena Jerman merasa dihina dengan Perjanjian Versailes

Sedangkan penyebab Khusus meletusnya perang dunia II adalah sebagai berikut :

a.    Serangan terhadap Polandia

Antara tahun 1919 dan 1939 Polandia mengupayakan kebijakan keseimbangan antara Uni Soviet dan Nazi Jerman dengan mengadakan perjanjian non-agresi bersama keduanya. Pada awal tahun 1939 Jerman menuntut Polandia untuk masuk ke dalam Pakta Anti-Komintern sebagai negara satelit Jerman. Karena kuatir kehilangan kemerdekaannya, Polandia menolak, dan Hitler mengatakan kepada para jenderalnya pada tanggal 23 Mei 1939 bahwa alasan untuk menyerangan Polandia adalah "Danzig bukanlah obyek yang dituju. Untuk kita, ia merupakan pelebaran dari ruang hidup (Lebensraum) di Timur." Untuk menakut-nakuti Hitler, Britania dan Perancis mengumumkan bahwa invasi terhadap Polandia berarti perang, serta berusaha meyakinkan Uni Soviet untuk bersama-sama dalam tindakan ini. Moskow nampaknya sepakat tetapi menyadari bahwa ia dapat menguasai negara-negara Baltik serta bagian-bagian Polandia jika bersekutu dengan Jerman, sehingga Uni Soviet melakukan perjanjian pada bulan Agustus 1939. Upaya London gagal, karena Hitler tidak memperkirakan perang yang melebar. Jerman menyerang Polandia pada tanggal 1 September 1939 serta menolak tuntutan Britania dan Perancis untuk mundur, sehingga kedua negara itu menyatakan perang terhadap Jerman pada tanggal 3 September 1939 sesuai perjanjian pertahanan yang mereka tanda tangani bersama Polandia dan telah diumumkan secara publik.

b.    Serangan terhadap Uni Soviet

Jerman menyerang Uni Soviet pada bulan Juni 1941. Hitler percaya Uni Soviet dapat dikalahkan dalam suatu serangan kilat dan terus menerus mengingat keadaan Uni Soviet yang tidak siap perang, serta berharap kemenangan itu akan memaksa Britania mengadakan negosiasi dan mengakhiri peperangan. Hitler juga ingin mendahului menyerang Uni Soviet sementara Uni Soviet lengah.

c.    Asia Pasifik

Perang Dunia di Pasifik disebabkan oleh serbuan Jepang tanpa peringatan terhadap Pangkalan Armada Angkatan Laut Amerika di Pearl HarbourHawaii, pada tanggal 7 Desember 1941. Pada saat yang sama, pasukan Jepang menyerang Persemakmuran Filipina yang dikuasai oleh Amerika Serikat, serta MalayaSingapura, dan Hong Kong yang dikuasai oleh Kekaisaran Britania. Serangan-serangan ini menyebabkan Amerika Serikat dan Britania Raya menyatakan perang terhadap Jepang pada hari berikutnya.Empat hari kemudian Amerika Serikat terbawa dalam perang Eropa ketika pada tanggal 11 Desember 1941, Nazi Jerman dan Fasis Italia menyatakan perang terhadap Amerika Serikat. Hitler memilih untuk mengumumkan bahwa en:Tripartite Pact:Pakta Tripartit mengharuskan Jerman mengikuti pernyataan perang Jepang; meskipun sesungguhnya kapal-kapal perusak Amerika Serikat yang mengawal konvoi sudah berperang melawan kapal selam ("U-boat) Jerman dalam Perang Atlantik. Pernyataan ini secara efektif mengakhiri sentimen isolasionis di Amerika Serikat, di mana Amerika Serikat segera membalas dengan secara resmi memasuki perang di Eropa

https://images.app.goo.gl/VYVvwREhh8T3LsUc6


Semoga Bermanfaat - Chusnul Chotimah
(Pengajar Sejarah di MAN 2 Kebumen)

Pengaruh Perang Dunia I dan Perang Dunia II Terhadap Kehidupan Politik Global

  

BAB I

Pengaruh Perang Dunia I dan Perang Dunia II

Terhadap Kehidupan Politik Global

Kompetensi dasar        :

3.6  Menganalisis pengaruh Perang Dunia I dan Perang Dunia II terhadap kehidupan politik global (LBB dan PBB)

4.6  Menyajikan hasil analisis tentang pengaruh Perang Dunia I dan Perang Dunia II terhadap kehidupan politik global (LBB dan PBB) dalam bentuk tulisan dan/atau media lain



Perang Dunia 1 sering disebut perang parit

 

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia perang diartikan sebagai permusuhan antar dua atau lebih pihak yang berbeda pendapat. Perang dapat terjadi dalam skala besar maupun kecil. Di dunia dari zaman purba sampai zaman modern sering terjadi perang dengan berbagai alasan, mulai dari alasan politik, sosial bahkan alasan ekonomi. Setiap perang pasti meninggalkan dampak baik yang positif maupun negatif. Dampak perangpun bisa mencakup skala kecil sampai skala besar bahkan berdampak ke seluruh dunia. Diantara perang yang berdampak sangat luas adalah Perang Dunia 1 dan perang dunia 2. Dikatakan perang dunia karena dampak dari perang tersebut merambah ke seluruh dunia dalam berbagai aspek. Lalu bagaimana perang tersebut bisa terjadi ? mari kita bahas bersama-sama.

A.      Perang Dunia 1

1.         Sebab-sebab terjadinya Perang dunia I

Perang Dunia 1 atau sering disebut dengan The World War 1 meletus pada tahun 1914. Perang ini berlangsung pada hampir seluruh wilayah Eropa dan Amerika. Meskipun begitu dampak yang ditimbulkan meluas sampai ke belahan benua yang lainnya. Penyebab langsung meletusnya perang ini adalah terbunuhnya putra mahkota Austria (Francis Ferdinand) menjadikan kemarahan Kaisar Austria Kari 1. Kemudian Austria menuntut Serbia agar menyerahkan pembunuh (G. Princip), tetapi tidak dihiraukan Serbia yang men-dapat dukungan Rusia sehingga Austria menyatakan perang terhadap Serbia (28 Juli 1914). Jerman menyatakan perang terhadap Rusia (1 Agustus 1914), kemudian Prancis terhadap Jerman (3 Agustusl 914), Ialu inggris terhadap Jerman (14 Agustus 1914), kemudian perang meluas ke dunia.Adapun penyebab secara tidak langsung adalah :

a.Adanya persaingan antar negara Eropa dalam memperebutkan tanah jajahan

b. Adanya persaingan dalam bidang industri dan armada niaga

c.  Munculnya persekutuan-persekutuan militer

d.  Adanya perlombaan persenjataan negara-negara di Eropa.

2.       Negara-negara yang terlibat perang

Negara yang terlibat perang Dunia I terjadi dalam dua Kubu. Kubu pertama disebut dengan Kubu Sentral (Blok Jerman) terdiri dari negara-negara : Jerman, Austria, Hongaria, Bulagaria, dan Turki. Sedangkan kubu kedua adalah kubu Sekutu (Blok Perancis) terdiri dari 23 negara antara lain Rusia, Perancis, Belgia, Inggris, Amerika Serikat, Italia, Jepang dan Lain-lain Secara rinci negara yang saling berperang adalah :

a.    Rusia dengan Austria, karean memperebutkan pengaruh wilayah Balkan

b.    Perancis dengan Italia, karena memperebutkan pengaruh di wilayah Tunisia

c.    Perancis dengan jerman, karena memperebutkan daerah pusat Industri di daerah Ruhr

d.   Inggris dengan Jerman karena memperebutkan daerah jajahan di Afrika, Timur Tengah, dan Pasifik. Akibat persaingan industri dan niaga.

3.         Awal Peperangan

Perang Dunia I dimulai karena terbunuhnya Franz Fedinand, putra mahkota Austria ketika sedang berkunjung ke Bosnia. Maksud kunjungannya adalah untuk melihat dari dekat latihan perang di daerah Bosnia. Peristiwa ini menimbulkan kemarahan Austria, dan meminta Serbia untuk bertanggung jawab atas kejadian tersebut. Kemudian Austria mengirimkan pasukannya menyerbu Serbia. Akhirnya pecah perang antara Austria dan Serbia. Peperangan yang semula antara dua negara tersebut, akhirnya meluas ke negara-negara Eropa lainnya dengan menggabungkan diri ke kubu masing-masing. Meluasnya perang tersebut mengakibatkan mulai terjadinyan Perang Dunia I Medan Barat Medan Timur Medan Selatan, dan Medan Tenggara.

Walaupun Pembunuhan Archduke FranzFerdinand sering dianggap sebagai penyebab atau alasan peperangan terjadi. Namun sebenarnya banyak sekali faktor penyebab terjadi Perang Dunia 1. Terutama terletak pada ketidakseimbangan politik di Eropa pada masa itu yang menumbuhkan persaingan tidak sehat. sehingga kompleksitas persaingan itu membuat eropa terkotak-kotak,atau negara-negara di eropa membuat kubu-kubuan (Aliansi) yang membuat persaingan makin menajam.

4.         Berakhirnya Perang Dunia I

Perang Dunia I berakhir karena ternyata Jerman dapat dipukul mundur oleh pasukan sekutu yang terdiri dari 23 negara, di antarnya Perancis, Amerika Serikat dan Inggris di bawah pimpinan Jenderal Foch dari Perancis. Kekuatan pasukan sekutu sangat besar, apalagi didukung dengan perlengkapan militer dari Amerika Serikat. Akibat kekalahan Jerman di berbagai medan perang, maka pada tanggal 1 November 1918 Jerman menyerah kepada sekutu. Sedangkan Turki, Austria, Hongaria, Bulgaria lebih dulu menyerah kepada Sekutu. Kemudian pada tahun 1919 Jerman mengadakan perjanjian damai dengan pihak Sekutu di Versailles. Perjanjian tersebut dikenal dengan nama Perjanjian Versailles yang dirasakan sangat merugikan bagi Jerman.

5.         Akibat Perang Dunia I

Perang Dunia I yang berlangsung tahun 1914-1918 yang melibatkan hampir seluruh negeri di Eropa, menyebabkan kerusakan, kemusnahan dan kesengsaraan yang luas pada negara-negara yang dilanda peperangan. Banyak usaha pertanian rusak dan terbengkalai sehingga menimbulkan bencana kelaparan. Pusat-pusat Industri dan prasarana lainnya seperti jalan, jembatan, penerbangan banyak yang mengalami kerusakan. Hubungan dengan dunia luar terutama dalam hal hubungan perdagangan terputus, karena adanya blokade dan perang laut, sehingga banyak negara mengalami kesulitan ekonomi. Sedangkan korban jiwa manusia diperkirakan berjumlah lebih dari 8.000.000 orang tewas dan luka-luka. Berikut keadaan pada masing-masing negara yang terlibat.

a.       Keadaan di Jerman

Akibat perang negeri Jerman banyak mengalami kerusakan dan kehancuran. Keadaan jerman bertambah parah karena perjanjian perdamaian Versillers tahun 1919 yang sangat merugikan Jerman.

b.      Keadaan di Rusia

Rusia dalam Perang Dunia I harus menghadapi pasukan blok Jerman sendirian. Karena itu Rusia mengerahkan seluruh rakyatnya untuk membela negara. Akibatnya negeri Rusia mengalami kesulitan yang hebat terutama dalam kehidupan ekonomi rakyatnya, seperti usaha pertanian yang terbengkalai, sehingga menimbulkan bencana kelaparan terutama di daerah-daerah pedesaan.

c.       Keadaan di Italia

Keadaan di Italia tidak berbeda dengan negara Eropa lainnya yang terlibat perang. Banyak usaha pertanian rusak dan terbengkalai. Rakyat Italia banyak yang menderita. Pengangguran meningkat karena banyak tempat-tempat usaha yang hancur akibat perang.

d.      Keadaan di Inggris

Inggris setelah Perang Dunia I mengalami kesulitan, terutama dalam mengekspor hasil industrinya. Hal ini disebabkan oleh hilangnya tempat-tempat pemasaran. Menurunnya ekspor banyak memengaruhi kegiatan lainnya seperti transportasi, tenaga kerja, bank.

e.       Keadaan di Asia, Afrika dan Australia

Meskipun negeri-negeri di Asia, Afrika dan Australia ini tidak secara langsung terlibat dalam kancah perang, namun mereka merasakan pula akibat Perang Dunia I. Sebelum perang, negara ini sangat tergantung pada barang impor dari Eropa. Tetapi selama perang Impor barang dari Eropa terputus. Negara-negara di Asia, Afrika, dan Australia terpaksa harus mengusahakan sendiri Industri dalam negeri, atau mengimpor barang-barang dari Jepang dan Amerika Serikat. Sebagai daerah jajahan, Asia dan Afrika dimanfaatkan sebagai produsen bahan mentah/ baku bagi Eropa. Selama hubungan dengan Eropa terputus karena perang, maka bahan mentah. bahan baku yang biasanya diambil dari bangsa Eropa tidak diambil sehingga tertimbun di gudang dan rusak.

6.         Terbentuknya LBB

Dalam rangka mencegah meletusnya kembali perang serupa, negara-negara yang tidak menginginkan terjadinya kembali perang merencanakan pembantukan sebuah organisasi yang berfokus untuk menjaga perdamaian dunia. Presiden Amerika SerikatWoodrow Wilson, mengusulkan untuk membentuk Liga Bangsa-Bangsa, meskipun AS sendiri kemudian tidak pernah bergabung dengan organisasi ini. Liga Bangsa-Bangsa (LBB) adalah sebuah organisasi internasional yang didirikan setelah Konferensi Perdamaian Paris 1919, tepatnya pada 10 Januari 1920. Fungsi-fungsi utamanya termasuk melucuti senjata, mencegah perang melalui keamanan kolektif, menyelesaikan pertentangan antara negara-negara melalui negosiasi dan diplomasi, serta memperbaiki kesejahteraan hidup global.Sejumlah 42 negara menjadi anggota saat LBB didirikan. 23 di antaranya tetap bertahan sebagai anggota hingga LBB dibubarkan pada 1946. Antara 1920-1937, 21 negara masuk menjadi anggota, namun tujuh di antara keduapuluh satu anggota tambahan ini kemudian mengundurkan diri (ada yang dikeluarkan) sebelum 1946.

LBB tidak mempunyai angkatan bersenjata dan bergantung kepada kekuatan internasional untuk menjaga agar resolusi-resolusinya dipatuhi. Meskipun awalnya menunjukkan keberhasilan dalam menjalankan tugasnya, LBB akhirnya gagal mencegah berbagai serangan yang dilakukan Kekuatan Poros pada tahun 1930-an. Munculnya Perang Dunia II kembali memperjelas keadaan bahwa LBB telah gagal dalam tugasnya mencegah pecahnya perang. Setelah Perang Dunia II, pada 18 April 1946, LBB resmi dibubarkan dan digantikan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa

Semoga Bermanfaat - Chusnul Chotimah
(Pengajar Sejarah di MAN 2 Kebumen)